Aku berjalan dalam arah yang terus. Memposisi diri dalam ruang litup yang penuh sadar. Menjadi bebas adalah subjek yang terlalu subjektif. Segala nilai dan segala percaturan juga amat susah untuk ditafsir. Tapi untuk setiap penafsiran itu bukan semesti sebuah hakikat yang wajib diikut. Ada kala mengikut lebih baik dari menafsir. Dan kebiasaannya menafsir sesuatu lebih berat dari kesimpulan yang bakal diketemu. Titik bingung bukan god spot yang maha tenang. Titik bingung walaupun tampak 'noktah' bukan beerti terus henti dan padam. Titik bingung 'blur spot' hahaha adalah sebuah rahmat untuk nikmat yang berselindung malu. Aku pernah mengatakan; segala yang esok adalah kemungkinan. Virtual. Manusia hidup berhadapan dengan kemungkinan-kemungkinan. Esok, lusa itu punya hijab yang magis. Aku perlu hidup bukan untuk esok atau lusa. Aku perlu hidup untuk saat ini, detik ini. Dan esok, lusa...rupanya adalah saat dan detik ini. Hanya diri yang lebih memahami diri. dan semua yang diluar adalah gambaran mental yang tetap diatas segala ketetapan yang dibuat oleh sang diri ini. Maka sekarang ini dimana aku ya?
Saturday, March 7, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 komen-caci-maki:
Post a Comment